Itil Video

Cerita Sex Gay Dengan Tukang Pijat

Itil Foundation
Cerita Sex Gay Dengan Tukang Pijat - Cerita Homo sangat Hot - Cerita Sex Dewasa Terpanas - Hampir tengah malam waktu aku melihat ke arah jam tanganku, jalanan yang sepi terus aku lewati, membuat aku menarik gas motorku dengan kecepatan lebih dari biasanya. Masih jelas di pikiranku, adegan demi adegan di film sore yang ku tonton di salah satu situs dewasa penikmat sesama jenis. Sempat terpikir dikepalaku untuk melakukan dan merasakan semua apa yang aku lihat dari film itu.Seorang pria paruh baya yang menyodomi seorang pria muda di dalam kamar dengan begitu napsu dan liar, lidah dan tanganya yang terus menjalar di semua lekuk tubuh pria itu seakan membuat napsu di diriku sendiri menjadi meningkat, batang kontol yang besar dan panjang itu menghantam dan terus di gesek ke dalam lubang pantat pria rekanya di kamar itu. Desahan demi desahan begitu aku resapi, putaran demi putaran kamerapun seakan menghipnotis ku untuk merasakan apa yang di rasakan pria itu saat disodomi pria separuh baya yang aku lihat di situ dewasa itu.


Cerita Sex Gay Dengan Tukang Pijat
Cerita Sex Gay


Sehentak aku berhenti karena suhu di sepanjang jalan membuat diriku begitu gemetar dan sangtn mengigil. Aku berniat untuk mengambil rokok dan korek di saku jaketku, sambil kunyalan aku lihat suasana di samping begitu sepi dan tak satupun orang berlalu lalang disini. Hingga aku terkaget ketika ada pria aga gemuk dengan jaket yang tebal melewat dari arah belakangku. Dia melihatku dengan tatapan kosong sambil terseyum kecil, akupun segera menyapanya, Sedikit ku lihat mukanya di dalam keadaan remang-remang lampu jalan, membuatku aga terpesona olehnya. Muka kash seorang pria hampir berumur 50 tahun itu membalas sapaan dari ku.Diapun berhenti sejenak, karena tanganku sedang memegang sebungkus rokok yang tadi ku ambil dari saku jaket, akupun segera menawarkanya, mungkin sedikit berbasa basi aku bisa lebih mengenal dia. Jujur di hatiku dan diriku yang masih berada di atas motor itu sempat merasa birahi saat melihat tubuhnya secara keseluruhan. Badan pria yang aku sukai ini seakan memberi ketertarikan tersendiri kepadaku. Ku standarkan motor dan ku ajak berbincang pria itu sambil duduk tak jaruh ku menaruh motor.

            Pria itupun mengikuti semua ajakan ku, beliau bernama Wahyu dan berasal dari Medan, dia petugas keliling di daerah sekitar sini,  karena rumahnya yang kosong di tinggal anak dan istrinya yang sedang pulang kampung, dia pun berniat untuk memeriksa rumahnya yang aga masuk kedalam dari tempat kita duduk sekarang. Karena keadaan itu akupun berpikir sejenak bagaimana aku bisa ikut dengan beliau dan setidaknya bisa dekat dengan dia, apalagi sekarang aku tau kalau dia tinggal sendiri di rumahnya. Kutanyakan apakah di sekitar sini ada yang bisa memijat, diapun segera menjawab dengan menawarkan dirinya bahawa dia sendri yang biasa memijat orang sekitar daerah sini, ternyata kesempatan berada di pihakku malam ini, dia mengatakan karena biasa dia memijat kaum pria saja, bukan karena apa tetapi hukum adat yang dia takutkan jika menerima pasien wanita. Diapun menawarkan jika ingin di pijat olehnya, bisa datang ke rumahnya, lebih bagus lagi jika dia sedang berada di rumah, bisa waktu itu juga di pijat pasienya.

            Akupun segera meminta dia untuk dapat memijatku malam ini juga, walau sedikit dia menolak karena sedang bekerja, akupun berusaha untuk dia menerima pasienya ini, tak lama setelah itu diapun aku bonceng ke atas motor dan kitapun segera kerumahnya melewati rumah demi rumah warga yang sudah mapir semuanya tertidur pulas.Aku sangat gembira, ideku yang muncul mendadak tadi bisa aku jalani dengan mulus, bahkan film sore yang aku lihat itu seakan memberi inspirasi kepadaku untuk dapat melakukan adegan yang sama dan sekarang akulah pemain bersama pria yang aku bonceng ini.

            Rumah kecil yang aga jauh dari warga sekitar itu ternyata rumah bapa Wahyu. diapun segera membuka kunci dan mempersilahkan ku masuk, selain yang menjaga ada tiga orang dan bapa Wahyu berniat untuk memeriksa rumahnya yang sepi itu, seakan membuat ideku dan niatku bertambah mulus. Setelah aku mematikan rokok dan masuk serta duduk di kursi dekat pintu masuk, pa Wahyu pun segera ke kamar dan berniat untuk mengambil perlengkapan pijatnya. Bersih dan tertata walau kecil rumah ini membuat aku sedikit nyaman, akhinya dia memanggilku dan menyuruhku untuk memasukan motorku serta mengunci pintu rumahnya. Akupun berjalan setelah melakukan semua perintah dari pa Wahyu menuju asal suara itu berada, ku melihat dia menyediakan kasur kecil di ruangan satunya untuk diriku di pijat disitu, aku melihat bapa wahyu sudah mengganti pakainya dengan sarung dan baju kaos yang tipis. Dengan minyak yang di pegang dan piring kecil itu, diapun segera duduk dan mempersilahkan aku untuk tiduran di atas kasur itu.

            Puting yang terjiplak keluar dan lekukan perut serta tangan yang berbulu itu membuat diriku begitu napsu, sedikit ku bersabar, akupun segera membuka jaket bajuku, dengan nada santai aku meminta ijin untuk melepaskan celana panjang ku ini, betapa kagetnya diriku saat beliau meminta aku membuka semuak pakaianya yang aku kenakan dan menyuruhnya menggunakan handuk hitam yang ada di samping bantal yang dia sudah siapkan tadi. Dengan senang aku melakuakan itu semua, sambil membelakangi, ku kenakan handuk dan menelungkupkan badanku di atas kasur. Dengan santai dan penuh napsu ini akupun menikmati semua pijatan dari tangan pa Wahyu, walau sedikit kasar dan panas, aku benar-benar merasakan semua jemarinya bermain di kakiku sambil berbincang kemana mana, diapun segera memijat paha dan pantatku, tanpa ada rasa malu dan risi, akupun menarik handuk itu keatas, kedua paha dan bagian pantatku kini semuadi pijat oleh kedua tangan pa Wahyu, diapun tidak protes dan terus memijat sambil tetap berbincang dengan diriku, walau pijatnya kurasakan lumayan untuk ukuran pa Wahyu, akupun sedikit demi sedikit mengambil kesempatan yang ada, selain ku memegang tanganya sambil ku arahkan kebagian sakit yang itu semua adalah pura-pura belaka, akupun membuka sedikit demi sedikit bagian kedua pahaku, napsu yang terus menaik ini seakan membuat aku sudah lupa daratan, akupun segaja untuk memperlihatkan bagian pitalku yang sudah keras dan padat ini kepada pa Wahyu. Benar kontol ku yang sudah dari tadi hidup ini karena birahi ku kepada pa Wahyu seakan sudah minta untuk di manjakan.

            Kuangkat sedikit pahaku dan kaki ku dan ku perlihatkan kepala kontolnku kepada pa Wahyu, diapun hanya diam tanpa ada reaksi apapun, apakah aku salah bertemu orang yang terlintas di pikiranku saat itu, tapi aku tidak menyerah segera aku meminta pa Wahyu untuk memijat bagian punggunggku, dengan segera dia melumaskan minyang di piring itu ke semua bagian punggungku dan belakang perutku lalu tanganya yang terampil itu memijat dari pundak lalu turun hingga sampai di bagian atas pantatku, akupun segera memintanya untuk duduk di atas pantatku supaya beliau bisa memijatnya sambil ku rasakan apa yang kuinginkan saat itu, tanpa menolak serta menaikan sedikit sarung yang di kenakan itu, pa Wahyupun segera duduk dan meminjat pundukku, aku rasakan bagian pantat dan paha yang kuat itu berada di pantatku dan ternyata diluar dugaanku sendiri. Di atas pinggangku aku rasakan ada daging yang kenyal dan sekan-akan seperti bola, aku curiga itu adalah buah zakar milik pa Wahyu, tapi mana bagian kepalanya ? Apakah punya dia kecil atu ... Setelah lama aku rasakan setiap gesekan pantantanya yang di tambah oleh dua buah zakar miliknya diapun segera menghentikan pijatan di punggungku, dia memintaku untuk segera menelentangkan badanku dengan keadaan kepalaku menuju atas rumahnya, tak lama dari dia berdiri akupun segera melakun perintah itu, sedikit malu kurasakan ternyata handuk yang kukenakan itu terlepas dari ikatanya. Batang kontolku yang tegang itu langsung jadi sasaran matanya, segera aku menutup dengan tanganku sambil menutup kembali handuk yang kukenakan, pa Wahyu pun hanya terseyum dengan ulahku itu.

            Pijatan pun berlanjut, tetapi dia langsung memijat kebagian pahaku, sambil sesekali dia memijatnya aga masuk kedalam dan menyentuj buah zakarku, aku hanya menikmati dan tidak mempermaslahkan itu, sambil ku nikmati jari-jarinya, tak lama pa Wahyu mengambil minyaknya kembali, saat itu keadaan jariku tepat menyentuh kontol pa Wahyu, ini bukan ide tapi ini sudah kebiasaan bagiku, segera aku memainkan dan berura-pura kesakitan untuk dapat menyentuh dan memaikan kontol pa Wahyu dengan jari kakiku, ternyata benar dugaanku, saat tadi ku bertanya dimanakah letak kepala kontol pa wahyu saat mendudukiku terjawab sudah, kontolnya ternyata sudah mengeras dan membesar aku pun segera menikati keadaan itu tanpa ku lewati sedikitpun.

            Sedikit takut akan kejadian itu, aku segera melihat raut muka pa wahyu, dia hanya fokus sambil terseyum meilihat ke arah mukaku, setelah bagian itu menjadi incaran pijatanya kini dada dan lenganku yang dia pijat.Jari jari yang besar itu kini memainkan dadaku yang tertutup bulu bulu tipis, tak hanya sekali tetapi beberapa kali putingkupun menjadi saran jarinya, betapah nikmatnya, seakan aku sedang di service ++ olehnya pada malam itu, segera dia memijat bagian lenganku yang sedikit berotot ini, diapun memujiku karena aku memiliki badan yang bagus dan tangan yang berotot, sedikit ku terseyum karena masih menikamti pijatanya, diapun memegang ototku sampai dengan ketiakku yang sama berbulu tipis, tak sadarkan atau bagaimana, tanganku diarahkan kebagian sarung yang dikenakan tepat ke arah batang kontolnya, akupun menyentuh dan merasakan kembali bahwa batang miliknya itu masih saja dalam keadaan keras.

            Tak mau kehilangan akan kesempatan itu, adengan pura-pura pun kembali aku lakukan lagi untuk menyentuhnya, segera dengan perlahan aku meraih sedikit demi sedikit batang milik pa Wahyu ini, setelah hampir bisa kurain dan ku genggam benar nyatanya batangnya begitu besar dan keras, kurasakan urat uranya dan kepala dari batang kontolnya sangat lah membuat aku birahi dan ingin melihat serta menghisapnya, sehentak saat aku menikmati kontol dengan tanganku, pa wahyu menghentikan gerakan pijatanya di tangaku, diapun melihat tanganku yang masih berada menyentuh batang miliknya, sempat aku merasa kaget dan takut serta malu akupun segera menghentikan aksiku ini, tapi apa yang terjadi pa wahyu malah membuka sarung yang di kenakan dan mengemperlihatkan batang kontolnya kepadaku, diapun memberi ijin aku untuk memainkanya, apa ini suatu kebenaran atau aku yang sedang munjur di waktu itu.

            Tanpa basa basi akupun segera memainkan dan memegang erat batang kontol milik pa wahyu, betapa besar dan keras serta bau khas pria yang kurasakan membuat ku semakin beringan memainkanya dan mengocoknya. Tangan beliau yang sedang asik dengan putingkupun segera meraih handuk dan membukanya lalu melakukan hal yang sama kepada kontolku yang terus menegang itu. Mungkin kami sedang birahi pada saat ini , hingga akhinya aku segera memajukan kepalaku dan menghisap serta mencium semua batang kontol dan buah zakar miliknya, betapa rakusnya aku saat itu, bulu bulu kemaluan yang rimbun pun aku basahi dengan air liur yang keluar dari lidaku sendiri, sementara tanganya yang terus mengocok kontolku dan memainkan putingku, aku mendengar desahan yang keluar dari mulut pa wahyu, mulut kupun terus mengisap kepala dan batangnya hingga aku tak kuasa menutup mata karena rasa yang begitu nikamat, pa wahyupun segera melahap dada dan menjilati semua badanku dengan begitu napsu.

            Aku rasakan lidahnya yang liar itu mendarat dan menyapu hapis semua bagian demi bagian, diapun mendekat ketelingaku sambil memintaku untuk memasukkan kedalam lubang anusnya yang sudah siap untuk aku terjang, sebelum dia mengambil minyak di sampinya, aku meminta beliau untuk menghantam mulutku oleh kontolnya yang sudah merah itu, diapun segera menggesekan kontolnya di dalam mulutku, urat dann batang yang besar itu aku nikmati setiap hantaman demi hantaman di mulutku sampai aku ingin muntah, sambil ku kocok kontolku dan ku raih dada dan susunya, aku rasakan begitu nikmat sekali, sambil terus berdesah tidak sengaja cairan napsu yang keluar dari kontol pa wahyu pun aku telan habis tak tersisa.

            Segera dia berdiri dan duduk di atas kontolku, setelah sebelumnya mengoleskan minyak di konotolku oleh kedua tanganya, diapun memasukanya kedalam lubang duburnya yang sedikit sempit itu, sambil jongkong dan menahan tanganya ke dadakum diapun segera meminta aku untuk mulai menggesekan kontolku di dalamnya, hampir semua batangku ku masukan kedalam lubang pantat pa wahyu, aku rasakan urat - urat pantatnya sangat menghisap kontolku, akhinya gesekan demi gesekan terus aku tingkatkan untuk menyodomi dubur pa wahyu, rasa yang bercampur saat itu membuat aku teringat akan adengan di film itu kembali, walau sekarang pemeran dan adenganya berubah, akupun segera melakukan dengan posisi pa wahyu menelungkup, ku masukan kembali semua kontolku sambil memeluk dan memaikan tanganku di kedua susunya yang besar itu, membuat desahan pa wahyu semakin kersa dan dalam, kontolku yang haus akan lubang ini terus mendapat hisapan dari urat urat pantat pa wahyu.

            Sambil kujilati punggung dan pundak pa wahyu aku pun mencium bibir dan membasahi kumis serta janggutnya, pria separuh daya ini sedang aku sodomi di rumahnya, badanya yang sexy, kontolnya yang besar dan pantatnya yang kuat ini sekarang milikku sepenuhnya, sambil terus ku gesekan kontol di lubang duburnya, aku tetap menikmati mukanya untukku ku jilat dan kuciumi bibinya, lidahnya yang membalas semua yang kulakukan dan desahan yang keluar semakin diriku mengencangkan gesekan kontolku di duburnya sambil ku meremas terus dada dan putinya, tak lupa lidahku yang sudah benar benar liar ini pun menyapu bulu bulu di kedua ketiknya.

            Terlihat pasrah sambil menikmati permainanku kepadanya, ku telentangkan badanya pa wahyu, sambil ku ganjal dengan bantal di pinggangnya, akupun segera menjilati putingnya sambil ku berusaha memasukkan kembali kontolku di dalam duburnya, ku angkat dan ku tahan kakinya, membuat dia semakin terus mendesah setelah kembali kumasukan penuh kontol di dalamnya, tanpa basa basi sambil terus ku memanjakan dadanya dengan lidahku ini, pantatnya ku hantam dan ku gesek terus menerus oleh kontolku, kedua tanganya ku arahkan ke atas untuk ku basahi kembali ketiak dan kucium aroma pria yang benar benar semakin lebih aku merasakan nikmat dari tubuh pria ini. Hingga ku sudah hampir di ujung klimak, akupun segera menarik kontolkku dan ku taruh di depan mukanya sambil ku kocok cepat, hasrat dari napsu birahi ni pun keluar seiring dengan muncrat deras pejuku yang membasahi mulunya , sambil terus ku kocok karena nikmat yang tak tertandingi ini, lidah pa wahyu pun menghisap dan terus menerus hingga ku tak kuat begitu nikmat serta linu yang kurasakan, segera diriku menarik dari mulutnya dan kulihat semua peju yang keluar dan membasahi mulutnya itu sudah habis di telanya, bibirnya yang terus mendesah pun segera ku hisap dan ku tarik lidahnya, rasa peju yang tersisa pun tercampur oleh air liurnya yang terus ku hisap dan ku telan.

            Badanku pun segera ku rebahkan, dan kuminta dia untuk melakukan sperti awal yang kuminta, menggesekan kontolnya di mulutku, sambil terus mendesah dan menghantam mulutku oleh kontolnya yang tegang itu, tak lama dari ku memainkan dadanya, akhinya ku rasakan aliran air peju yang keluar dari kontol pa wahyu, urat yang keluar dan besarnya kontol membuatku tidak bisa menahan semua peju itu, akupun segera menelan dan memakan habis sambil menikmati terus gesekan dari kontol pa wahyu sendiri. Sedikit rasa mual dan ingin muntah tak bisa kuhindari, tapi karena aku ingin membalas semua yang telah beliau berikan kepadaku, akhirnya aku bisa menghabiskan dan memintanya untuk menarik keluar kontolnya dari mulutku. Lidahnya yang terus menciumi dan memanjakan mulutnya membuat aku benar-benar terpuaskan olehya pada malam itu, setelah kita bersantai sambil memeluk di kasur itu, akupun segera pamit sambil menuju ke motorku setelah kami dari kamar kecil, akupun memberikan uang di tambah bonus yang ku janjikan waktu pertama ku meminta untuk memijatnya.

           Saat di rumah dan ku bersiap untuk tidur, masih teringat akan semua yang aku lakukan dan aku rasakan , senang, puas dan merasa terpenuhi akan birahiku, akupun menyimpan baik baik semua yang dikatanya pa wahyu kepada ku terakhir sebelum aku melaju dengan motorku. Sungguh aku berterima kasih walau sampai saat ini aku sempatkan untuk bertemu tak kunjung datang.
ITIL Online